Pendahuluan
Sering kita jumpai dalam kehidupan sehari - hari, pengambilan keputusan finansial yang kita lakukan buruk, atau bahkan tidak rasional. Seperti apa itu keputusan finansial yang tidak rasional?. Keputusan finansial yang tidak rasional menurut saya adalah membeli sesuatu yang tidak imbang antara harga dengan nilainya.
sekarang apa saja yang mendasari kita untuk melakukan pengambilan keputusan finansial yang buruk atau ridak rasional. menurut pengamatan saya ada 3 hal yang mendasarinya.
KEPO (Knowing Every Particular Object)
rasa ingin tahu yang berlebihan atau obsesi terhadap kondisi orang lain.
contoh negatif : memantau media sosial orang lain, dan membandingkannya.
contoh positif : memantau portofolio ivnestor sukses.
contoh negatif : memantau media sosial orang lain, dan membandingkannya.
contoh positif : memantau portofolio ivnestor sukses.
YOLO (You Only Live Once)
hidup cuma sekali, jadi merasa tertantang membuatnya lebih berarti.
contoh negatif : ayolah... hidup cuma sekali, mesti coba ini itu.
contoh negatif : ayolah... hidup cuma sekali, mesti coba ini itu.
contoh positif : masa mudah cuma sekali, kejar cita - cita dulu biar masa tua lebih sejahtera.
FOMO (Fear of Missing Out)
Rasa takut ketinggalan tren atau momen, sehingga terdorong untuk melakukan tindakan implusif.
contoh negatif : membeli gadget terbaru, pakaian, atau barang viral meski tidak butuh.
contoh positif : keinginan mempelajari skill baru yang sedang tren.
Cara mengatasinya
Sekarang, bagaimana cara kita mengatasi aktivitas atau kebiasaan buruk finansial tersebut, terdapat sisi negatif dan positif, ada beberapa cara untuk mengatasi sisi negatif dari aktivitas tersebut. yang pasti pertama kita harus merubah pola pikir, dari pemuasan sesaat, menjadi perencanaan strategis. setelah itu melakukan tindakan nyata.
Lawan KEPO (berhenti membandingkan diri)
- fokus pada diri sendiri : alihkan tenaga dari mengamati orang lain utnuk memperbaiki kualitas hidup dan skill diri sendiri.
- detoks media sosial : batasi waktu penggunaan media sosial.
- latih rasa syukur : catat hal - hal yang sudah dimiliki untuk meningkatkan rasa syukur dan mengurangi keinginan meniru orang lain.
kendalikan YOLO (terapkan keseimbangan)
- fokus pada diri sendiri : alihkan tenaga dari mengamati orang lain utnuk memperbaiki kualitas hidup dan skill diri sendiri.
- detoks media sosial : batasi waktu penggunaan media sosial.
- latih rasa syukur : catat hal - hal yang sudah dimiliki untuk meningkatkan rasa syukur dan mengurangi keinginan meniru orang lain.
- bayar diri sendiri : sisihkan pemasukan menjadi tabungan dan invesasi diawal, gunakan sisanya untuk kebutuhan.
- metode 40 / 30/ 20 / 10 : alokasikan 40% untuk kebutuhan, 30% hutang, 20% tabungan, 10% berbagi / sedekah. rasio ini bersifat general, bisa di ubah sesuai kebutuhan.
- menunda keinginan :biasakan menunda kesenangan kecil untuk mencapai tujuan yang lebih besar dan bermakna di masa depan.
Atasi FOMO (hentikan tindakan implusif)
- bayar diri sendiri : sisihkan pemasukan menjadi tabungan dan invesasi diawal, gunakan sisanya untuk kebutuhan.
- metode 40 / 30/ 20 / 10 : alokasikan 40% untuk kebutuhan, 30% hutang, 20% tabungan, 10% berbagi / sedekah. rasio ini bersifat general, bisa di ubah sesuai kebutuhan.
- menunda keinginan :biasakan menunda kesenangan kecil untuk mencapai tujuan yang lebih besar dan bermakna di masa depan.
- aturan tunggu sebelum membeli : jika ada barang viral, tunggulah sebelum memutuskan membeli, sering kali keinginan tersebut hilang stelah emosi mereda.
- gunakan uang tunai : bayar dengan uang tunai memberikan efek psikologis "kehilangan" yang lebih terasa dibandingkan gesek kartu, QRIS, atau metode pembayaran non tunai lainnya, sehingga membantu menahan belanja implusif.
- buat anggaran : buat rencana anggaran yang jelas, akan membantu tetap pada jalur dan lebih mudah berkata "tidak" pada tren yang tidak ada dalam daftar kebutuhan.
Kesimpulan
"Hiduplah seolah-olah Anda akan mati besok (YOLO), tetapi kelolalah keuangan Anda seolah-olah Anda akan hidup selamanya. dan jangan lupa beribadah"

Komentar
Posting Komentar